MMUTP…Ada Apa?

"mari berbagi bersama"

SAKINAH

A.   4 Info Penting Untuk Ibu Baru



Jangan sampai nasihat yang Anda dengar selama ini ternyata hanya mitos belaka.

Kamis, 10 Desember 2009, 15:15 WIB

Petti Lubis, Mutia Nugraheni



Bayi mandi (Corbis


VIVAnews - Bagi Anda yang baru menjadi ibu untuk pertama kalinya pasti akan banyak nasihat cara merawat bayi, baik dari orang tua maupun teman-teman. Jangan sampai nasihat yang selama ini Anda ikuti ternyata mitos belaka. Agar Anda tidak terjebak mitos, ketahui fakta seputar perawatan bayi.

- Mitos 1 : bayi buang air besar satu kali sehari
Orangtua seringkali bingung jika bayi tidak buang air besar selama lebih dari dua hari. Menurut Andrew Adesman, M.D., dokter anak dari Schneider Children’s Hospital di New York dan penulis buku “2009’s BabyFacts” mengungkapkan, bayi yang baru lahir hingga usia 2 sampai 3 bulan, pergerakan ususnya memang cukup sering tetapi buang air besarnya sangat sedikit yaitu tiga atau empat hari sekali. Jika perutnya sering berbunyi dan ditemukan darah saat bayi buang air besar segera periksakan ke dokter.

- Mitos 2: bayi harus mandi setiap hari
Bayi tidak harus mandi setiap hari. Faktanya mandi menghilangkan pelembab alami yang melindungi kulit bayi, yang malah membuatnya kering dan mudah terkena iritasi. Lalu, mendudukkan bayi perempuan pada bak yang berisi air sabun bisa berisiko menimbulkan infeksi saluran urin. Menurut Adesman bayi sebenarnya bisa mandi dua hingga tiga kali dalam satu minggu jika kebersihan tubuhnya selalu dijaga.

- Mitos 3 : bayi yang cepat berkembang menandakan kepintaran
Saat bayi sudah bisa berjalan lebih cepat dari pada bayi pada umumnya orangtua seringkali merasa bayinya lebih pintar.

Tapi sebenarnya tidak ada penelitian yang membuktikan hal tersebut. Dalam beberapa kasus perkembangan yang cepat pada bayi, bisa mengindikasikan kecenderungan menggunakan hanya pada satu tangan saja (kanan atau kiri) pada usia 18 bulan. Padahal seharusnya bayi pada usia 18 bulan sudah bisa menggunakan kedua tangannya.

- Mitos 4 : menyentuh kepala bayi yang masih lembek bisa merusak otak bayi

Fontanel atau bagian lembut terletak di depan kepala bayi terlindungi oleh tulang yang terbuka, sehingga denyutannya sering terasa. “Banyak orangtua yang takut menyentuh kepala bayi yang masih lembut karena bisa berdampak negatif pada otak. Padahal, otak terlindungi dengan cukup baik oleh tulang kepala,” kata Adesman says. Tulang pada fontanel depan akan tertutup saat bayi berusia satu tahun.


B.     5 Kesalahan Saat Menjadi Orangtua Baru




Masih terkaget-kaget hadapi kebiasaan baru bayi mungil Anda? Jangan panik, ada solusinya.

Kamis, 3 Desember 2009, 15:11 WIB

Petti Lubis, Mutia Nugraheni


(doc Corbis)


VIVAnews – Ada kalanya, sebagai orang tua baru, Anda dan pasangan masih terkaget-kaget menghadapi kebiasaan si bayi mungil. Alih-alih ingin memberikan yang terbaik bagi si kecil, Anda malah melakukan kesalahan. Tak ingin hall itu terjadi, kan? Berikut beberapa kesalahan yang biasa dialami orang tua baru, plus solusinya.

1. Mudah panik
Wajar saja, Anda dan pasangan masih dalam tahap beradaptasi. Jangan terlampau panik, jika bayi Anda tidak mau berhenti menangis. Memang, akan muncul banyak pertanyaan di kepala, seperti, apakah si kecil sudah kenyang atau apakah ia sudah merasa nyaman? Tapi, panik tidak akan menyelesaikan masalah.

Ketimbang panik, lebih baik Anda mencari tahu apa yang si kecil butuhkan. Jika Anda sudah memberikan susu, tapi masih juga menangis, mungkin ia butuh kenyamanan. Gendonglah sebentar hingga tangisannya mereda, jika sudah letakkan kembali pada tempat tidurnya.

2. Membangunkan bayi
Banyak orang tua yang takut jika bayinya merasa kelaparan saat tidur. Ingatlah, jika bayi Anda merasa lapar ia akan menangis. Jadi, bila si kecil sedang tertidur pulas jangan dibangunkan. Biarkanlah ia tidur, karena si kecil akan menangis bila ia lapar.

3. Menyepelekan sinyal
Demam atau panas pada bayi tidak boleh dianggap suatu hal yang biasa. Memang, banyak dokter bilang, demam setelah imunisasi itu biasa, Jennifer Walker, seorang pediatrik di RS. Atlanta, mengungkapkan bahwa sebaiknya komunikasikan dengan dokter apabila bayi Anda terkena demam pasca imunisasi. Hal itu untuk menghindari kesalahan, yang bisa saja mengancam nyawa si kecil.

4. Mencari solusi di tempat salah
Saking bingungnya, setiap orang menjadi tempat Anda bertanya. Mulai dari ibu, kakak, bahkan teman. Hati-hati, sebaiknya jangan main dokter-dokteran sendiri. Kesalahan klasik ini bisa membahayakan kesehatan si kecil. Ada baiknya, Anda menyimpan nomor ponsel dokter anak. Mintalah izin padanya, agar diperbolehkan menghubunginya atau mengirim SMS jika ada kondisi mendesak. Dengan begitu, Anda bisa mendapat solusi dari orang terpercaya.

5. Berdebat di depan bayi
Siapa bilang, bayi usia tiga bulan tidak bisa merasakan emosi orang tuanya. Mungkin, Anda dan suami sering mempermasalahkan cara merawat si kecil. Namun sebaiknya jangan lakukan kebiasaan ini di depannya. Emosi negatif dari orang tuanya dapat membuatnya stres dan rewel.

C.     7 Trik Melatih Anak Merapikan Rumah




Cobalah trik berikut ini agar si kecil mau membantu Anda merapikan rumah.

Sabtu, 28 November 2009, 13:23 WIB

Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti



ibu & anak (www.corbis.com)



VIVAnews - Melatih anak menjadi dewasa memang tak mudah. Tapi, cobalah melatih kedewasaaanya dengan memberikan pembagian tugas kerja merapikan rumah. Sebuah studi baru mengatakan, memberikan tugas akan membantu anak-anak menjadi bertanggung jawab dan menjadi dewasa.

Penugasan bisa dimulai dengan meminta si kecil merapikan mainannya setelah selesai bermain. Dengan cara ini bisa secara otomatis melatih ketrampilan mengatur barang sekaligus melatih mereka belajar menghormati oranglain.

Menurut Charlie Taylor, Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Dasar di AS, dan penulis buku ‘The Secrets to Having a Much Better Behaved Child’, penugasan-penugasan kecil untuk anak bisa dimulai sejak mereka berusia 3 tahun. Karena akan lebih mudah melatih mereka ketika usianya masih muda.

“Dengan cara ini bisa melatih mereka membangun rasa tanggung jawab,” katanya seperti dikutip dari mirror.co.uk life and style. Ingin membuat si kecil rajin berbenah, ini caranya:

1. Tetaplah pada rutinitas
Untuk lebih melatih tanggung jawabnya, jadikanlah tugas kecil dari Anda ini sebagai rutinitasnya. Kegiatan merapikan mainan bisa dijadikan sebuah ritual yang terjadi pada saat yang sama. Sehingga lambat laun bisa menjadi sebuah kebiasaan.

Sebagai contoh, buatlah jadwal tugas bersih-bersih atau merapikan mainan 10 menit sebelum acara TV favorit mereka dimulai. “Jadikan ini sebagai aturan ketat. Mereka mungkin berdebat dan mencoba untuk menawar, tapi sebaiknya keputusan Anda tidak mudah goyah, ” ujar Charlie.

2. Berikan pujian, bukan suap
“Jangan membayar anak-anak untuk melakukan tugas,” kata Profesor Julian Elliott  dari Durham University’s School of Education. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa tidak satupun anak akan bekerja setelah mereka diberikan bayaran. Lebih baik berikan pujian, terutama jika mereka membantu tanpa diminta, biarkan mereka bangga dengan pekerjaan dilakukan dengan baik.

3. Tunjukan cara berbenah pada si kecil
Mulailah dengan menginvestasikan waktu dan tunjukkan padanya cara melakukan tugas tersebut. “Jika Anda akan meminta seorang remaja untuk mencuci pakaian, pastikan mereka tahu bagaimana untuk memisahkan warna,” kata Judith Myers-Walls, seorang profesor perkembangan anak.

4. Adil
Pastikan Anda tidak memberi mereka terlalu banyak pekerjaan. Seimbangkan dengan waktu bermain mereka. Biarkan mereka punya rasa tanggung jawab, tapi tetap bisa mempunyai waktu bermain.

5. Membuatnya menyenangkan
Ahli perkembangan anak Braun Betsy Brown mengatakan, “Jika Anda mengatakan kepada anak berusia  empat tahun: ‘Saya ingin kamu membersihkan seluruh ruangan ini’, itu tidak akan terjadi. Cobalah katakan: ‘Kamu mengambil semuanya dengan roda, dan mama akan mengambil segala sesuatu berwarna merah’. Kata-kata ini akan lebih memacu semangatnya untuk membantu Anda merapikan rumah.”

6.Mengatur tugas-tugas khusus
Dengan anak yang lebih tua, berikan tugas khusus seperti merapikan kamar tidur sendiri. Ini akan melatih tanggung jawab mereka.

7.Buat tim kerja
Bentuk keluarga sebagai sebuah tim untuk merapikan rumah. Pada awalnya anak-anak akan sering mencoba untuk berdebat. Tapi, tunjukkan pada mereka bahwa semua anggota rumah ikut merapikan rumah untuk membantu satu sama lain.

D.    Jika Anak Anda Kepergok Mencuri


Ada triknya agar anak kapok melakukan perbuatan salah tersebut!

Senin, 16 November 2009, 09:58 WIB

Petti Lubis, Ferial


(doc Corbis)




VIVAnews - Sekembalinya dari bermain Anda melihat si kecil yang berumur lima tahun terlihat merasa bersalah. Dan, ketika ditanya, ternyata mainan tokoh pahlawan Star Wars kesayangan temannya disembunyikan di balik tangannya. Duh, apa yang harus dilakukan?Perlu para ibu tahu, anak yang berumur lima tahun ke atas itu sudah cukup umur untuk mengetahui mana yang baik dan yang buruk. Mungkin, si kecil tak punya maksud jahat saat melakukan itu, tapi menurut Bhavin Dave, M.D., pakar kesehatan mental bayi dan balita di Children’s National Medical Center, Washington, DC, jika sudah dilakukan berulang-ulang perbuatan mencuri yang dilakukan anak bisa merupakan kejahatan.

Untuk menghindari anak agar kapok mencuri lagi kita bisa melakukan hal-hal seperti di bawah ini:

- Tanyakan padanya apa yang terjadi. Walaupun semua sudah menandakan kalau dia mencuri, berikan kesempatan pada anak untuk menjelaskan. Anak-anak pada usia ini seringkali jujur bila ditanyakan secara langsung. Jadi, jadi jangan ragu untuk menanyakan.

- Bicarakan tentang peraturan. Aturan yang harus ditanamkan yaitu ‘tidak boleh mencuri’  atau ‘mencuri itu bukanlah perbuatan baik’ atau ‘siapa yang mencuri akan mendapat hukuman’. Anda bisa membiarkan anak pada pelanggaran pertama dengan sebuah peringatan, tapi ingatkan kalau Anda akan menghukumnya jika terjadi lagi.

- Beri dorongan anak untuk memperbaiki kesalahan. Jika dia mencuri barang dari temannya atau orang lain, minta dia untuk mengembalikan barang tersebut dan minta maaf, serta berjanji tak akan mengulanginya lagi. Cara ini memang bisa membuatnya malu, tapi sekaligus bisa membuatnya kapok.


E.    Kebiasaan Makan Si Kecil Sesuai Bulan Lahir


Untuk mengatasi anak susah makan, kenali kebiasaannya berdasarkan bulan lahirnya.

Selasa, 10 November 2009, 16:13 WIB

Petti Lubis, Mutia Nugraheni


Anak tak suka sayur (dok. Corbis)



VIVAnews - Tahukah Anda kalau bulan lahir mewakilkan respon emosi dan fisik seseorang pada kehidupan? Melalui bulan lahir inilah, kita bisa melihat kebiasaan makan anak. Saat makan seringkali menjadi saat yang melelahkan baik bagi Anda maupun anak. Agar Anda bisa mengatasinya lihat saja karakter anak berdasarkan bulan lahirnya seperti dikutip dari Astrology.com.

- Bulan Api (Aries, Leo, Sagitarius)
Anak yang lahir di bulan api yaitu Aries, Leo dan Sagitarius sangat keras kepala. Ia tidak bisa dipaksa untuk makan, jika dipaksakan anak malah akan tidak mau makan sama sekali.

Untuk membujuknya, sebelum makan ajaklah bermain dan bercanda hingga si kecil tertawa. Baru kemudian, suapi makanan. Memberikan makan disaat ia benar-benar lapar juga lebih baik dibandingkan menyuapinya saat ia sedang tidak ingin makan.

- Bulan Bumi (Taurus, Virgo, Capricorn)
Anak yang lahir di bulan bumi yaitu Taurus, Virgo dan Carpicorn, selera makannya sangat dipengaruhi emosi. Jika ia sedang sedih atau marah maka tunggulah hingga emosi mereka mereda. Mereka juga lebih suka makan makanan manis dan berlemak. Lalu, untuk Virgo, lebih mudah diberikan sayuran dibandingkan dengan Taurus dan Carpicorn.

- Bulan Udara (Gemini, Libra, Aquarius)
Anak yang lahir di bulan udara sangat menyukai seni dan hiburan. Jadi, untuk membujuknya makan, Anda bisa membuat makanannya terlihat lucu dan cantik. Bentuk wortel atau sayuran lain menjadi binatang favoritnya. Selain itu, sambil duduk sediakan mainan favoritnya. Jadi, sambil makan ia tetap bisa bermain.

- Bulan Air (Cancer, Scorpio, Pisces)
Untuk anak yang lahir di bulan air, membutuhkan kesabaran tinggi untuk menghadapinya. Saat makan, bisa makan waktu lama, jadi harus ekstra sabar. Untuk Cancer, ia sangat menyukai rutinitas, misalnya belilah sendok atau piring makan berbentuk lucu dan berwarna cerah khusus untuknya. Katakan padanya ia akan selalu menggunakan piring dan sendok
tersebut saat makan.

F.   Kapan Si Kecil Boleh Masuk Prasekolah?


Apa yang perlu dipersiapkan agar si kecil bisa senang beraktivitas di sekolah?

Jum’at, 6 November 2009, 10:37 WIB

Petti Lubis, Mutia Nugraheni


Anak sekolah (dok. Corbis)



VIVAnews - Pada dasarnya, kesiapan setiap anak untuk memulai belajar di sekolah berbeda-beda. Untuk batita, sekolah yang sesungguhnya adalah sosialisasi, interaksi, memahami dunia di luar rumah, mengenal lingkungan lebih luas, dan mengenal orang lain (selain orangtua dan saudara sekandung). Konkritnya, yang dibutuhkan anak adalah bersosialisasi dengan teman sebaya serta mengenal alam luar.

Jika di lingkungan tempat tinggal Anda tidak terlalu banyak anak sebaya si kecil, tak ada salahnya Anda memasukkan si kecil ke pra sekolah. Tapi, agar buah hati bisa menikmati aktivitas di prasekolah sebaiknya ia masuk ke sekolah setelah usianya 3 tahun.

Nah, kerika si kecil masuk sekolah, banyak orangtua yang bingung menentukan jadwal sekolah yang tepat untuk anak balita (bawah lima tahun). Seringkali muncul banyak pertanyaan berapa kali dalam satu minggu sebaiknya si kecil harus bersekolah.

Beberapa sekolah menerapkan peraturan, yang mengharuskan seorang anak harus masuk sekolah beberapa kali dalam satu minggu. Padahal, sebenarnya tidak ada aturan khusus untuk menentukan jadwal anak-anak prasekolah.

Kegiatannya di sekolah memang bermanfaat bagi buah hati, tetapi jika dipaksakan malam bisa berdampak negatif. Ada hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum menentukan jadwal sekolah untuk buah hati.

- Sesuaikan dengan jadwal Anda dan suami. Saat menentukan jadwal sekolah buah hati, sesuaikan dengan jadwal Anda dan suami. Akan lebih baik saat akhir pekan, sehingga Anda bisa menemaninya pergi ke sekolah. Hal ini akan sangat baik bagi hubungan buah hati dan orangtuanya.

- Kemampuan adaptasi buah hati. Perhatikan kemampuan adaptasi buah hati terhadap hal-hal baru. Jika ia mudah beradaptasi, menyukai pergi ke sekolah dan bermain dengan teman-temannya, tidak masalah jika hanya sesekali pergi ke sekolah. Tetapi jika kemapuan adaptasinya kurang, ANda harus terus merangsangnya dengan hal-hal baru di sekolah.

- Biaya. Sekolah yang mahal tidak menjamin membuat buah hati nyaman. Jadi sebelum memasukkannya ke sekolah dan menentukan jadwal, cobalah lakukan survei kecil-kecilan. Jangan segan-segan untuk mengikuti “trial class”, agar Anda bisa melihat apakah harga dan kualitasnya sebanding. Hal ini bukan hanya dilihat dari fasilitas dan program tetapi yang terpenting adalah kompetensi dari tenaga pengajarnya.

- Jangan membuat jadwal sekolah yang terlalu padat. Balita seharusnya bermain, dan jika jadwal sekolah terlalu padat, meskipun diisi permainan, bisa membuatnya terpaksa dan stres saat pergi ke sekolah.

G. Trik Agar Si Kecil Kapok Berbohong



Ada trik bijak saat menghadapi tiga kebohongan yang mungkin diungkapkan buah hati Anda.

Selasa, 3 November 2009, 12:37 WIB

Petti Lubis, Mutia Nugraheni


(doc Corbis)



VIVAnews - Kejujuran adalah pondasi dari karakter yang baik. Karena itu, ketika buah hati mulai menampakkan kebiasaan berbohong, Anda perlu strategi untuk mengajarkan bahwa berbohong itu salah.

Cara mengatasinya tergantung kebohongan yang dilontarkan si kecil. Cobalah bersikap bijak saat menghadapi tiga kebohongan yang mungkin diungkapkan buah hati Anda.

1. Kebohongan kecil
Hal ini biasanya dilakukan anak berusia balita. Misalnya, si kecil berbohong tentang sudahkah ia mencuci tangan atau menggosok gigi. Jika ini terjadi, jangan terlalu membesar-besarkan dan berteriak. Si kecil mungkin akan jadi takut, dan di masa mendatang, mungkin berbohong lebih banyak lagi untuk menghindarkan kemarahan Anda,” kata Nick Spinnet, Ph.D., profesor pengembangan sumber daya dan studi keluarga di University of Alabama di Tuscaloosa.

Daripada meledak dalam amarah, beri tahu saja kalau Anda tahu yang sebenarnya, dan mintalah dia untuk melakukan apa yang Anda minta. Anda, misalnya, bisa saja bilang, “Mama tahu kamu belum cuci tangan. Jadi, ayo cuci tangan lagi yang benar, ya.”

2. Kebohongan agar tidak dapat masalah
Banyak anak berbohong karena mereka tidak ingin mendapat masalah. Jika anak telah berbuat salah, ia akan berbohong untuk menutupinya kesalahannya. Misalnya, nilai pelajarannya yang ‘jeblok’, atau ia telah memecahkan vas kesayangan Anda.

Pendekatan yang terbaik untuk mengatasi kebohongan ini adalah meminta pengakuan si kecil dengan cara mengajaknya berbicara. Beri dia pengertian bahwa meski si kecil berbuat salah dan berkata jujur, Anda tidak akan marah dan menghukumnya. Dengan berbicara seperti itu, biasanya sudah cukup untuk menghukum dan menghalangi kebohongan lain di masa mendatang.

Kebohongan karena ada dorongan
Jika berbohong sudah menjadi kebiasaan si kecil sebaiknya jangan didiamkan. Ada kalanya, anak berbohong karena adanya dorongan tertentu, misalnya ia minta uang untuk membeli buku pelajaran, padahal ia menghabiskan uang itu untuk membeli mainan. Hati-hati, kebiasaan ini bisa berlanjut hingga ia dewasa.

Untuk menghentikan kebiasaan ini, lebih seringlah Anda mengajaknya berkomunikasi. Cari tahu apa aktivitas dan keinginan dia saat itu. Tapi, jika ia masih sering berbohong, Anda perlu lebih tegas. Anda bisa mengatakan, “Kalau kamu nggak jujur, itu membuat Mama tak bisa mempercayaimu. Jadi, berhentilah berbohong. Kalau kamu ingin sesuatu, bilang saja terus terang pada Mama.”

Jika kebohongannya sudah cukup besar, ada baiknya Anda memberikannya hukuman. Misalnya, tidak memperbolehkannya menonton teve, atau melakukan aktivitas favoritnya selama seminggu. Dengan tujuan dia jera berbohong. Tapi, sebaiknya Anda juga memberi penghargaan kalau dia berkata jujur, bahkan walau anak Anda mengakui kalau ia sudah melakukan suatu kesalahan.

H.  Agar Anak Tak Bisa Buka Situs Porno

Berikut langkah-langkah agar anak Anda tidak bisa membuka situs-situs terlarang.

Senin, 2 November 2009, 16:00 WIB

Muhammad Firman



Teknologi untuk anak (dok. Corbis)


VIVAnews – Internet adalah ibarat toko serba ada. Segala macam informasi ada di dalamnya. Mulai dari informasi berharga seperti ilmu pengetahuan, teknologi, data pribadi, bahkan sampai konten pornografi. Semua tersaji lengkap.

Saat ini internet juga sudah semakin terjangkau. Baik lewat kabel atau saluran nirkabel, pengguna di rumah atau di manapun ia berada, tetap bisa mengakses berbagai macam hal di dunia maya.

Yang jadi masalah, tentu Anda tidak ingin anak Anda yang baru belajar komputer dan mengenal internet terjerumus masuk ke situs-situs yang berbahaya bukan? Situs pornografi, obat-obatan terlarang, atau situs yang tidak layak lainnya, sebisa mungkin ingin Anda sembunyikan dari hadapan sang buah hati.

Bagi pengguna browser Internet Explorer 8 yang tersedia secara otomatis pada sistem operasi terbaru Microsoft, yakni Windows 7, Anda bisa membuat situs-situs tersebut otomatis diblokir. Berikut langkah-langkahnya.

• Di menu Internet Explorer, klik Tools, lalu Internet Options

• Pada jendela Internet Options, klik tab Content

• Pada bagian Content Advisor, klik Enable

• Jendela berikutnya akan muncul, silakan berikan aturan-aturan sesuai kebutuhan. Misalnya melarang samasekali situs-situs yang mengandung Nudity, Sexual material, dan lain-alin.

• Geser slider ke ujung kiri untuk memblokir samasekali, dan di ujung kanan untuk sama sekali tidak memblokir.

• Masukkan alamat situs-situs yang Anda perkenankan untuk dibuka oleh anak-anak Anda di tab Approved Sites, di kolom Allow this website.

• Setelah selesai, klik Apply dan berikan password jika suatu saat anak Anda perlu membuka situs-situs yang belum Anda setujui.

Setting blokir situs di Internet Explorer (IE) 8

Langkah di atas merupakan salah satu cara paling sederhana untuk menutup akses ke situs-situs yang masuk ke kategori ‘berbahaya’. Meski tidak bisa menjamin 100 persen aman, tetapi minimal saat menjelajah dengan browser Internet Explorer, situs-situs tersebut tidak bisa dibuka, kecuali anak Anda memasukkan password-nya.



I.  Mencegah buah hati mengalami pelecehan seksual.

Selasa, 27 Oktober 2009, 15:33 WIB

Petti Lubis, Mutia Nugraheni


(dok. Corbis)


VIVAnews - Kasus pelecehan seksual pada anak seringkali terjadi. Bahkan bisa dikatakan jumlahnya makin meningkat. Dampak negatifnya tidak hanya secara fisik tetapi juga psikologis.

Pelecehan seksual pada anak bisa menimbulkan efek trauma selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup. Anda tentu tidak ingin hal tersebut terjadi pada buah hati. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar buah hati terhindar dari pelecehan.

1. Tidak ada rahasia
Ajarkan si kecil untuk selalu terbuka dalam menyampaikan perasaannya. Buat dia selalu bercerita perasaannya baik saat senang, sedih, takut dan gembira. Hal ini membuatnya tidak akan merahasiakan hal sekecil apapun dari Anda, termasuk perlakuan yang diterimanya dari orang sekelilingnya. Dengan begitu Anda tahu siapa saja yang ia temui dan dekat dengannya.

2. Jangan memakaikan aksesori yang terdapat namanya
Hindari memakaikan aksesori yang terdapat nama buah hati saat ia bermain di taman atau tempat bermain, dan Anda tidak memperhatikannya dengan seksama. Bisa saja ada orang yang menghampiri dan menyebutkan namanya, kemudian berkata bahwa ia sedang dicari Anda. Buah hati pun bisa langsung menurutinya karena merasa orang asing tersebut tahu namanya.

3. Ajarkan fungsi dan nama dari tiap organ tubuhnya

Ajarkan sedini mungkin fungsi dan nama dari setiap organ tubuhnya termasuk organ vitalnya. Tidak masalah jika ia menyebut vagina, penis atau payudara, karena memang itulah namanya.

Hindari menggunakan istilah untuk menyebut organ vitalnya, hal itu malah bisa membuatnya bingung. Katakan pada buah hati organ intim yang mereka miliki harus dijaga baik-baik dan tidak boleh dipegang sembarang orang dan jika ada yang memegangnya ajarkan pada si kecil untuk berteriak dan lari sekencang-kencangnya.

4. Kondisikan situasi
Jika buah hati sudah cukup umur dan bisa mengerti buatlah cerita dengan awalan pertanyaan “bagaimana jika”. Misalnya, “bagaiman jika ada orang dewasa yang kamu tidak kenal memberikan permen”. Jika jawaban si kecil menerima permen dan akan bermain bersamanya segera katakan padanya bahwa hal itu berbahaya.

Buatlah buah hati mengerti bahwa situasi tersebut membahayakannya, dengan menyebutkan kemungkinan yang ada seperti bisa saja ia diculik atau disakiti dengan orang asing tersebut.

• VIVAnews

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.