MMUTP…Ada Apa?

"mari berbagi bersama"

Tirakat di Tempat Keramat Agar Lolos CPNS

”Kami merasa tidak yakin lolos CPNS. Saingannya banyak sedang kami tidak punya uang”
Kamis, 12 November 2009, 11:49 WIB
Jufri, Subekti
PNS di Bojonegoro. (Surabaya Post / Subekti)

SURABAYA POST – Dua pemuda tampak khusyuk berdoa saat Surabaya Post memasuki cungkup makam Syekh Asngari atau Sunan Bejagung, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Rabu 11 November 2009, petang.

Beberapa detik kemudian keduanya beringsut, lalu menyandarkan tubuhnya ke tiang cungkup. Mungkin mereka merasa terusik dengan kedatangan Surabaya Post.

Sorot mata mereka memancarkan kecurigaan. Benar saja, kedua pemuda itu bahkan enggan menyebut namanya saat Surabaya Post mencoba beramah-tamah. Mereka hanya mengaku berasal dari Desa Sumberejo, Kecamatan Widang.
Baca selebihnya »

29 Desember 2009 Posted by | Agama, Psikologi | Tinggalkan sebuah Komentar

Entrepreneurship Government

By Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp.
Kamis, 03 Desember 2009 pukul 20:03:00 <!–

Iklan 468x60

–>

Entrepreneurship Government

Bapak Mohamad Basyir Ahmad, Walikota Pekalongan bertemu dengan saya di sela-sela workshop yang diadakan oleh pengusaha-pengusaha di Semarang. Dalam pertemuan itu beliau mengungkapkan keinginannya untuk menerapkan sebuah konsep yang beliau sebut sebagai Entrepreneurship Government. “Ketika mulai menjabat walikota yang pertama kali saya terima adalah laporan keuangan mas, jadi untuk apa laporan keuangan tersebut kalau bukan untuk kita buat lebih baik?”.
Baca selebihnya »

29 Desember 2009 Posted by | Ekonomi & Bisnis, Hukum dan Ham, Politik | Tinggalkan sebuah Komentar

BI akan Kembangkan Instrumen Pasar Uang Syariah

By Republika Newsroom
Senin, 28 Desember 2009 pukul 12:32:00

JAKARTA–Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia akan mengembangkan instrumen pasar uang antarbank syariah. Namun saat ini BI masih melakukan kajian.

Deputi Direktorat Perbankan Syariah BI, Mulya E Siregar mengatakan untuk menambah instrumen di pasar uang antar bank syariah tersebut, pihaknya masih mencoba mengkaji dan melakukan diskusi dengan para treasury di bank syariah.
Baca selebihnya »

29 Desember 2009 Posted by | Fiskal dan Moneter, Perbankan | Tinggalkan sebuah Komentar

Gurita Cikeas Paling Dicari di Yogyakarta

Gurita Cikeas Paling Dicari di Yogyakarta
By Republika Newsroom
Minggu, 27 Desember 2009 pukul 16:59:00
Font Size A A A
EMAIL
PRINT
Facebook

JAKARTA—Buku Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Century ternyata merupakan buku yang saat ini paling dicari di Yogyakarta. Salah satu jaringan toko buku besar di Kota Pelajar, Social Agency, melaporkan banyaknya pengunjung yang mencari buku karya Goerge Junus Aditjondro tersebut.

Ummi Tasriyatun, karyawan bagian administrasi Social Agency Ambarrukmo, mengungkapkan, dari lima cabang Social Agency yang ada di Yogyakarta, baru Social Agency Ambarrukmo yang menerima pasokan buku dari penerbit, PT Galangpress.

Menurut Ummi, Social Agency Ambarrukmo menerima pasokan buku sebanyak 15 buah tiga hari setelah penerbit dan penulis melakukan launching perdana di Kota Gudeg tersebut. “Setelah kita terima kemarin, tadi sudah langsung habis,” ujar Ummi kepada Republika, Ahad (27/12).

Dikatakan, sepanjang Ahad (27/12), banyak pengunjung yang mencari buku Gurita Cikeas dan berani membayar tanpa potongan harga (diskon). Jaringan Toko Buku Social Agency memang dikenal sebagai toko buku pemberi diskon yang cukup tinggi. Untuk buku-buku laris biasanya dibandrol dengan diskon antara 25 persen sampai 40 persen. Rata-rata pengunjung Social Agency adalah para pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen.

“Tapi karena memang sudah tidak ada, kita mana bisa jual,” kata Ummi seraya menambahkan empat toko buku Social Agency lainnya belum mendapatkan pasokan buku Gurita Cikeas. “Saya sudah kontak ke semua cabang, dimana-mana tidak ada,” sambung Ummi.

Komisaris CV Grafindo Litera Media, salah satu penerbit buku-buku popular di Yogyakarta, Elis Siti Julaikha, mengatakan, buku-buku kontroversial seperti Gurita Cikeas biasanya tidak mengandalkan pendistribusian melalui outlet-outlet buku resmi. “Mereka biasanya gunakan jejaring komunitas untuk menyebarkan dan menjual buku-buku seperti itu,” kata Elis.

Menurut Elis, penerbit biasanya memilih strategi penjualan ‘jalur khusus’ daripada memilih jalur konvensional seperti menitipkan di jejaring toko buku yang sudah ada. Setidaknya ada tiga alasan yang membuat penerbit lebih memilih penjualan buku dengan jalur khusus.

Pertama, jejaring toko buku memang menolak turut mendistribusikan lantaran risiko hukum yang akan dihadapinya. “Takut nanti kalau masuk buku terlarang malah kena getahnya.

Kedua, penerbit tak ingin mengalihkan keuntungan daya jual buku kepada jejaring toko buku yang biasanya meminta diskon teramat besar. “Kita sudah tahulah kalau masuk ke Gramedia atau Gunung Agung harus kasih diskon nggak wajar, bisa sampai 60 persen.”

Adapun alasan ketiga adalah strategi internal penerbit yang menunggu momentum terbaik untuk menjual buku tersebut. “Karena semakin kontroversial, orang semakin mencari. Nanti kalau kira-kira peminatnya sudah membludak, baru dilempar ke pasaran agar laku keras dengan harga cukup tinggi,” papar Elis.

Dia mencontohkan, di awal-awal era reformasi silam, banyak situasi serupa seperti yang kini dialami buku Gurita Cikeas. Misalnya saja buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer yang dilarang peredarannya oleh Kejaksaan Agung.

“Dilarang tapi bukan berarti tidak ada. Buku-buku Pramoedya dijual melalui ‘jalur khusus’ dengan memanfaatkan komunitas-komunitas ilmiah seperti kelompok pelajar-mahasiswa dan kelompok studi,” tandas Elis. eh ismail/pur

27 Desember 2009 Posted by | 1 | Tinggalkan sebuah Komentar

Uang ORI vs Uang NICA

By Republika Newsroom
Minggu, 27 Desember 2009 pukul 11:51:00

Hanya dua bulan setelah proklamasi kemerdekaan, Indonesia membutuhkan sebuah pengakuan internasional di bidang perekonomian. Indonesia perlu memiliki mata uang saendiri sebagai identitas bangsa yang merdeka. Pada 24 Oktober 1945, dijajaki untuk mencetak uang dalam pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Mr AA Maramis (Kabinet Pertama RI) di Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng.
Baca selebihnya »

27 Desember 2009 Posted by | Ekonomi & Bisnis, Perbankan | Tinggalkan sebuah Komentar

Inilah Isi Buku “Membongkar Gurita Cikeas”

INILAH.COM, Jakarta – Buku ini ditulis oleh George Junus Aditjondro. Judul lengkapnya: Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Kasus Bank Century. Dilaunching hari Rabu (23/12) di Yogya. Hari Sabtu (26/12), buku yang diedarkan melalui jaringan Toko Buku Gramedia ini ditarik dari peredaran. Inilah cuplikan halaman pertama buku ini.
Baca selebihnya »

27 Desember 2009 Posted by | Ekonomi & Bisnis, Korupsi & Kriminal, Politik | | 3 Komentar

Kuliah Memasarkan Aset Rakyat

Author : Setiaji Purnasotmoko
Ijazah gelar sarjana pendidikan (wtsinternational.org)

VIVAnews – Tampil berbatik rapi jali, dengan gaya yang jernih serta lengkap dengan ajudan yang siap pencet tombol perlengkapan presentasi ke layar lebar, Joyowinoto yang ketua Badan Pertanahan Nasional itu tampil cukup menyedot perhatian. Dia bicara dalam konferensi Warisan Otoritarianisme: Demokrasi di Bawah Tirani Modal di Universitas Indonesia di Depok, kemarin.
Baca selebihnya »

24 Desember 2009 Posted by | Ekonomi & Bisnis, Hukum dan Ham, Politik | Tinggalkan sebuah Komentar

“Muallaf”, Perjalanan Berliku Menemukan Tuhan

Kamis, 24 Desember 2009, 11:07 WIB
Petti Lubis
Adegan Film Muallaf (dok. Jiffest)

VIVAnews - Perjalanan tentang orang-orang yang menemukan Tuhan memang selalu menarik untuk diikuti, dan terkadang menjadi sebuah inspirasi kehidupan.
Baca selebihnya »

24 Desember 2009 Posted by | Artis, Hidayah | Tinggalkan sebuah Komentar

Kisah Ayahku dengan “Wanita” Misterius Bercadar Hitam

Posted on Desember 22, 2009 by Goda-Gado
Ditulis oleh : Ahmed Fikreatif.
Kisah ini diceritakan oleh kedua orang tuaku, sepulang beliau bedua dari tanah suci. Sak swijining dino (Pada suatu hari / once upon time ), ayah dan ibuku bersama-sama hendak melempar jumrah. Sesampai di lokasi, kedua orang tuaku melempari sebuah bangunan dengan kerikil-kerikil yang telah disiapkan sebelumnya dalam sebuah kantung.
Baca selebihnya »

24 Desember 2009 Posted by | Ekonomi & Bisnis, Hukum dan Ham, Nusantara & Lintas Dunia | Tinggalkan sebuah Komentar

Dirjen: Akreditasi Prodi Ditargetkan Rampung 2012

By Republika Newsroom
Kamis, 24 Desember 2009 pukul 14:19:00 <!–

Iklan 468x60

–>

PURWOKERTO–Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional menargetkan akreditasi bagi program studi pada perguruan tinggi negeri maupun swasta selesai pada 2012, kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Fasli Jalal.
Baca selebihnya »

24 Desember 2009 Posted by | Pendidikan dan Karya tulis | Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.